Motivasi ke Mesir apa?
Wkwkkw jadi tadi aku ikut talkshow dan si pembicara membicarakan soal motivasi kenapa kuliah kesini.
Jujurly, hidup aku rada ranting yg ngalir di air. Biasanya diibaratkannya dgn sampah yg mengalir di air. Tapi rasanya itu sedikit berlebihan. Soalnya sampah yg mengalir itu hanya di selokan atau sungai Indonesia. Bukan sungai Nil. Hehehe. Ini rumahku jadi rada pembenaran boleh kan?
Yups. Hidupku terombang-ambing. Mengikuti arus. Tanpa ambisi. Tanpa motivasi berarti.
Mungkin ini bertentangan bagi sebagian orang yg tetap kekeuh hidup harus bercita cita besar dkk, ya sudah, gapapa.
Tapi aku sepenuhnya berserah pada sinyal tuhan yang mampu ku tangkap.
Karena jika dipikir-pikir ternyata begitu.
Aku ke Mesir tidak pernah ada niat. Tidak pernah ada dalam list cita cita.
Dulu aku malah maunya farmasi UNEJ or Unair.
Tapi, aku yg hidupnya mengalir ini suatu ketika ditawarkan kuliah ke Azhar.
Dulu belom ada kata "mari kita coba!" Khas Sisca Kohl. Tapi rasa rasanya itu sudah jadi salah satu hal yang aku sukai. Yakni mencoba.
Akhirnya, aku mencoba persiapan kuliah ke Azhar. Eh malah ketrima. Alhamdulillah.
Dan ketika ku merenung, rasa rasanya skenario Allah memang begitu.
Dulu SDku negeri, tapi aku lumayan jago pelajaran agama,
Trus hidup yang iya iya aja ini, membawaku ke pondok. Dan Alhamdulillah pertama kali kenal bahasa Arab rasanya seperti kawan lama. Menyenangkan sekali. Tidak susah sama sekali. (Tapi selain nahwu, sepertinya aku emg buanyak tidur sampai sampai tidak ada pelajaran pelajaran yg berarti yg berkesan. Hehehe maaf pak ustadz)
SMP soal akademik ku masih lumayan bisa dgapai.
Tapi pas SMA, masih di pondok, tapi rasa rasanya aku ga pernah belajar akademik.
SMA kelas 1 tahfidz.
SMA kelas 2 ikut ke mumtaza (tempat bimbel bahasa Arab buat ke Mesir) jadi jarang banget ikut sekolah akademik di pondok. Ga pernah paham ini ngomong apa.
SMA kelas 3 berangkat ke Mesir hehe.
Jadi bener bener kayak cita cita masuk farmasi itu dihapus dari daftar cita cita scra tidak langsung. Dan sampailah aku di Azhar. Entah apa yang terjadi di depan esok lusa, semoga aku bisa menari dengan indah di jalan yang Allah tunjuki ini. Semoga bisa memberikan hasil terbaik dari jalan jalan yang telah aku tapaki pelan pelan ini. Aamiin
Comments
Post a Comment