Tidak Bisa Jadi Orang Baik

Menjadi orang baik itu bukan keharusan tapi kemauan. 
Jadi orang baik itu ga gampang. Apalagi manusia diciptakan dengan segala perasaan dan emosinya. 
Menjadi orang baik jelas itu banyak faedahnya. 

Sekalipun bukan keharusan, ada ga si org yg ga pengen jadi baik? Mau jadi org jahat aja, n melakukan hal hal jahat aja? 
Kayaknya engga ya. Sekalipun mungkin ada, tapi mereka punya latar belakang n alasan di baliknya. 

Dan kita semua yg pengen jadi orang baik itu, pasti ga gampang ya. Harus peduli sama masalah org lain sedangkan masalah diri sendiri tuh kadang udah berat. 
Pasti berat banget jadi orang baik. Apalagi klo ada rasa ketidakikhlasan disitu. Makin berat lagi. 

Mungkin setidaknya jika tidak bisa jadi orang baik buat yang lain, kita bisa belajar untuk tidak berbuat buruk dengan orang lain. Misal, jika kita tidak bisa membantu orang lain, ya sudah jangan menyakitinya dengan omongan kasar, dighibahin , atau bahkan difitnah. Lebih baik diam saja. 

Kesadaran bahwa orang lain juga susah hidupnya adalah mungkin bisa jadi salah satu cara untuk bisa peduli sama yang lain. Kita pasti ngerasain sendiri kalo hidup sesusah itu. Dan semua orang pasti sama susahnya, sekalipun mereka kadang terlihat bahagia, berprestasi dkk, nyatanya mereka juga punya masalah yang kita ga pernah tau. 

Motivasi buat jadi orang baik, jika lillahi taala terlalu berat, maka mulai saja dari menjadi baik dan peduli sesama karna kita tau kita hidup di dunia yang satu, dengan susah yang sama. 

Dan jika menjadi orang baik dirasa terlalu tidak mampu diraih. Maka mungkin kita bisa  mencoba  untuk berusaha tidak menjadi orang buruk dalam perkataan, perbuatan , dan tidak menyusahkan. 

Keinget banget tadi hafalan ayat 
قول معروف و مغفرة خير من صدقة يتبعها أذى 
Berbicara yg baik n memaafkan itu lebih baik dari pada shadaqah tapi diikuti setelahnya dengan menyebut2 shodaqoh itu. 

Kata ustadzah shadaqoh tuh bukan hanya harta tapi banyak hal. 


Comments

Popular posts from this blog

Motivasi ke Mesir apa?

belajarlah karena Allah, wahai anakku...

Titik terendah